Sibuk dengan dunia perkuliahan sampe lupa ngeblog, Salam Kebaikan buat semua orang yang berniat baik. Kali ini saya ingin membahas topik interaksi komunikasi dengan judul diatas. Saya tidak mau mendahului orang yang benar-benar telah mengetahui, mungkin Anda lebih banyak mengetahui, tapi saya sedikit berbagi pengalaman untuk itu. Ayo kita simak baik-baik artikel ini! :)
Kehidupan, banyak bisa kita ambil pelajaran dari kehidupan, dikonteks ini saya mau ngeshare judul diatas yaitu : "Yang Dilarang, Yang Dilakukan".
Peraturan dibuat itu karena kita menginginkannya, Kita menerima untuk diri kita sendiri, Kita patuh karena kita membutuhkannya. Lalu mengapa kita terkadang menentangnya??? Manusia, ya manusia penuh dengan problema masalah, kompleksivitas yang hampir semua merasakannya. Orang lain berusaha untuk menjadikan kita lebih baik tetapi terkadang kita salah mengartikannya. Kita merasa terkekang dalam aturan yang harus dipatuhi, Hingga kita berontak dalam ketidakpercayaan agar kita dihargai dan diakui.
Kita ingin dipersamakan tapi tidak dibedakan, Kita ingin dihargai tapi tidak direndahkan. Jaman sekarang, Orang tidak lagi mudah memberikan kepercayaannya begitu saja. Tidak lagi mudah membiasakan dirinya hidup dalam aturan. Berkehendak dengan hati yang menurutnya baik bagi dirinya.
Manusia merasa dirinya lebih benar disaat hati nya mengatakan orang lain salah, tapi mereka tidak pernah berpikir berulang kali dan cenderung mengabaikan kata pendapat orang lain. Mereka lelah dan mereka berontak dalam ketidakpastian, Suara mereka ingin didengar, Suara mereka ingin diakui dalam golongan minoritas yang terabaikan. Manusia merasa dirinya lebih terhormat dari yang lain, Manusia cenderung mengkritik dengan dasar pengetahuan seadanya. Bagi mereka melawan itu seperti pahlawan, padahal mereka tidak tau apa itu kepahlawanan. Menentang seperti terjajah dalam kehinaan, Menerjang seperti tersakiti oleh harapan, seakan dunia tak mendengar apa kata mereka.
Mengapa kita cenderung menentang ketika kita memilih untuk bertahan???
Mengapa kita lebih merasa terhormat jika kita tidak sependapat???
Mengapa kita lebih memilih mengkritik daripada memuji???
Karena kita selalu merasa terabaikan....
Jauh sebelum kita dilahirkan, Tuhan memberikan aturan agar kita terjaga dalam kehormatan. Kita hidup untuk beradab bukan biadab. Kita ingin hidup dihargai dan diakui, Tapi mengapa kita tak pernah menghargai pendapat mereka dan tidak mengakui mereka ada???
Terkadang kita merasa direndahkan oleh orang, TAPI kita sering melupakan bahwa Tuhan telah menitipkan kesabaran dihatimu hingga kita tersadari dalam penyesalan.
Salam Kehidupan
_SPN
Great posting and totally agree!
BalasHapusKeep writing ko :)
thanks dek :)
BalasHapus