Cerita Dari Negeri Inspirasi

Kamis, 26 Januari 2012

Semua Butuh Proses dan Memiliki Batas

Di setiap kehidupan manusia memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu apa yang ingin ia kehendaki atau yang sering dikenal dengan kata "usaha". Ya usaha merupakan salah satu  alat pendorong untuk memiliki apa yang belum dapat kita miliki. Dengan usaha kita dapat meraih apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan, dan segal cita-cita yang keluar dari akal naluri sebagai buah dari hasil pemikiran.


Terkadang seseorang ingin memiliki apa yang orang telah miliki, tanpa sadar tidak mensyukuri apa yang telah dimilikinya sekarang atas karunia yang Tuhan berikan. Semua berusaha, semua bersaing, semua dilakukan  untuk memiliki apa yang kita miliki. Disaat kita mengharapkan sesuatu, pemikiran kita tertuju pada hal tersebut sehingga kita merasa begitu berharga, begitu bermanfaat, jika kita telah mendapatkannya kelak. Tapi apa yang kita dapatkan, perasaan tersebut hilang seketika, disaat waktu berjalan. Hal yang dahulu bermanfaat bagi kita, terkadang kini tak begitu bermanfaat, hal yang begitu berharga bagi kita, terkadang kini kita abaikan, disaat kita telah memilikinya.


Semua butuh proses !!!
Apapun yang ingin kita dapatkan, atau apapun yang ingin kita lakukan, semua membutuhkan proses, sebelum hasil yang ingin kita dapatkan. Perjalanan selama proses adalah bagian yang takkan pernah terpisahkan dan ini merupakan hal terberat yang akan berpengaruh pada hasil tujuan yang hendak dicapai ketika kita melaluinya. Jangan paksakan diri kita untuk mendapatkan sesuatu dengan maksimal. Karena sesuatu yang dipaksakan terkadang berbuah keburukan atau jauh dari apa yang diharapkan. Lakukan sesuatu secara optimal bukan maksimal !!! Artinya disuatu sisi kita lakukan dengan usaha dan kesungguhan, di sisi yang lain kita harus memperhatikan keadaan sekitar serta dampak yang akan dirasakan oleh orang lain ketika kita melakukannya.

Semua memiliki batas !!!
Semua memiliki batas kesabaran, semua memiliki batas kemarahan yang dapat ditoleransi, semua memiliki batas-batas yang telah ada sebelum kita dilahirkan. Semua batasan tersebut tergantung bagaimana kita menyikapi dan menilainya. Sahabatku, Coba kita pikirkan, coba kita resapi, sesungguhnya manusia tidak memiliki batas kesabaran, manusia dapat bersabar sampai dia tak bernyawa, hanya saja rasa emosi dan amarah yang menutup kesabaran itu hingga kita terhentak untuk melawan dengan rasa angkuh bercampur dengan rasa amarah. Ketika kita cukup sabar dan diakhiri dengan sebuah kemarahan. Kemarahan diawali dengan sebuah kebodohan dan diakhiri dengan buah penyesalan. Selesaikan dan ambil sebuah keputusan dengan hati yang tenang walaupun kebimbangan menyelimuti diri.


Kita berhak memilih jalan hidup masing-masing, tapi inget !!! kita punya kewajiban untuk menghargai orang lain serta menjaga perasaan mereka. Apa yang kita lakukan, kelak orang akan melakukan hal yang sama untuk kita. Hingga Tuhan memberikan teguran bagi kita, bahwa Dia selalu bersama kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar