Ini cerita yg gue angkat dari kisah nyata yg pernah dialamin seseorang kekasih.Simak baik-baik biar lu tau arti sebuah pengorbanan itu sesungguhnya.
Awal mula perkenalan dimulai dari sebuah jejaring sosial, yang dulu cuma iseng-iseng buat ngilangin kejenuhan. Aldi (nama samaran) yang dulu selalu sepi hari-harinya,berharap ada yang meramaikan profile nya seperti teman-teman yang lainnya. Ketika kejenuhan datang mendera Aldi ingin menutup akun'y tapi tak diduga Anggi (nama samaran) meramaikan hari" Aldi akun jejaring sosial'y yang dulunya hanya saling like beralih ke sms-an. Hari demi hari berjalan, dalam pikiran Aldi perkenalan dengan Anggi hidup seperti ada yang membuat suasana baru dalam hidupnya. Mulai dengan komunikasi yang intens hingga janji bertemu...
Aldi merupakan cucu tunggal dari seorang nenek, ayah dan ibu Aldi telah pisah sejak dia kecil,Ibu nya telah meninggal dunia sebelum dia menginjak 8th. Hari demi hari dilalui berdua dengan neneknya.
Setelah mereka sering bertemu,mereka mengukuhkan untuk selalu bersama tanpa melihat latar belakang kehidupan mereka. Sebelum Aldi menikah neneknya telah pergi mendahuluinya, beberapa tahun kemudian mereka menikah.Tapi dalam iringan mobil pengantin yang mengantarkannya terjadi kecelakaan yang cukup membuat Anggi kehilangan kedua matanya dan lupa ingatan. Aldi dengan tulus mengorbankan kedua matanya untuk kekasih tercinta, Dan mereka pindah k'suatu kota diseberang pulau. Setelah waktu berjalan sekitar satu tahun, Aldi selalu berusaha mengembalikan ingatan Anggi tetapi hal tersebut tidak membuahkan hasil. Justru Anggi menahan batin karena tidak ingin diejek tetangga barunya bahwa mempunyai suami yang cacat fisik karena kedua matanya buta, Aldi menyembunyikan mengapa dia buta kepada Anggi dan orang tuanya. Anggi berusaha menyembunyikan keberadaan suaminya dengan mengatakan dia adalah pembantu.Oia Anggi adalah cucu konglomerat terkenal dikota tempat kelahirannya.
Hari berlalu detik demi detik,minggu,bulan hingga tahun berlalu...rahasia itu ( Aldi sebagai pembantu) selalu terjaga karena Anggi melarang membongkar rahasia itu oleh Aldi. Aldi dengan sabar selalu mengikuti petunjuk istrinya yang paling disayang. Bosan dengan keadaan yang dialaminya Anggi sering main belakang dengan berondong. Lambat laun Aldi jatuh sakit tetapi tidak sedikitpun perhatian Anggi kepada Aldi, karena Anggi berpikir Aldi tidak bisa memberikan keturunan. Penyakit yang dideranya membawa dirinya pada pintu kematian. Anggi hanya sedih sesaat...Setelah kedua orang tuanya mengantarkan Aldi ke peristirahatan terakhir, mereka mengatakan bahwa Aldi BUTA karena mata yang ada di rongga mata Anggi adalah milik Aldi,
Lu bisa bayangin gimana perasaan Anggi,Percuma apabila penyesalan itu hanya sebuah tangisan. Apa yang udah terjadi kga mungkin kembali. So,berpikir berulang kali sebelum kita melukai perasaan orang-orang yang menyayangi kita. :'(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar